Langsung ke konten utama

INGIN CURHAT? MENULISLAH DAN BACA AL-QUR'AN!


"Kuatnya seseorang tergantung siapa atau apa yang jadi sandarannya"
...
Entah dimana tepatnya aku membaca kalimat ini dan hatiku langsung berkata "Yah, aku setuju".
Selama ini aku tak pernah menumpahkan beban pada siapapun. Aku selalu menaggungnya sendiri, memecahkan sendiri dan akan bercerita ketika kupikir semuanya sudah usai dan taka ada lagi beban yang harus kukhawatirkan.

Pelarianku hanya dua hal, yang pertama menulis dan kedua
membaca al-Quran.
 
Menulis dapat meredakan beban hati
Berhubung aku jarang menangis, maka tiap satu kali menangis akan sangat menyesakkan, seperti dendam kesedihan-kesedihan lainnya yang tak kutangisi. Berhubung juga aku orang yang tak suka curhat tentang beban diri pada orang lain, maka aku mencari benda mati yang dapat meredakan beban hatiku. solusiku adalah menulis semua uneg-uneg yang ada dalam kepala ataupun dalam hati. Tak jarang aku nangis-nangis dengan tangan terus menulis menumpahkan rasa-rasa dihati dan kepalaku.
Cara ini ampuh, sangat ampuh malah, setidaknya bagiku. karena begitu kita selesai menumpahkan segalanya dan kemudian dibaca lagi, seakan kita mempunyai teman curhat pribadi yang terjamin menjaga kerahasiaan.
Bukankah Prof. B.J Habibi Juga menumpahkan kesedihannya dalam tulisan untuk melepas kepergian ibu Ainun?

Yang pertama, untukku hanyalah "Obat pereda rasa sakit" namun yang kedua ini adalah solusi sebenarnya, "penyembuh yang tiada duanya"
 
Membaca al-Quran adalah salah satu Solusi Masalah
Kadangkala, setelah menulis masih ada ganjalan-ganjalan yang tak bisa dijelaskan dan masih menyisakan sakit. Aku biasanya membaca al-Quran. Biasanya, sesak didada itu tumpah ditengah-tengah ayat, aku berhenti mengambil nafas untuk melanjutkannya dan berhenti sampai tangisku reda. Selepas itu, biasanya aku membaca artinya, percaya atau tidak akan ada solusi yang datang tanpa dinyana, disana tersirat solusi-solusi yang sangat menenangkan. Jika tidak solusi lain akan datang dengan cara unik, langsung ataupun tidak yang biasanya tidak butuh waktu lama,  dan membuatku takjub, "beginilah jalan keluarnya".


Postingan populer dari blog ini

ORIGINAL SOUNTRACK JOSHUA OH JOSHUA LIRIK LAGU (DOWNLOAD JUGA MP3-NYA)

   SOUNDTRACK  Joshua Oh Joshua #1 Lagu Andai AKu jadi Kaya ( Joshua Suherman ft Mega Utami )                                       Andai aku jadi kaya Punya uang sejuta-juta Kan ku beli banyak gitar (untuk apa?) Kan ku sewakan pada pengamen-pengamen ANdai aku jadi kaya Punya uang sejuta-juta Kan ku ajak ayah dan Bunda (Kemana?) Kemana aja, namanya juga orang kaya… Duh.. enaknya jadi orang kaya Beli apa juga bisa Pergi kemana saja bisa (Bisa kaya gak kita ya?) Bisa….. Pasti bisa Asal kita rajin bekerja Bisa….. Pasti bisa Asal rajin menggapai cita Lagu Andai AKu jadi Kaya Andai aku jadi kaya Punya uang sejuta-juta Kan ku beli banyak gitar (untuk apa?) Tak sewa no pengamen-pengamen, Rek.. Untuk download lagu MP3-nya silahkan klik, DISINI ...

CONTOH KONSEP MAJELIS TAKLIM

MAJELIS TAKLIM AL-MUNIR 1.       Profil Majelis Taklim Al Munir a.        Nama Majelis Taklim            : Mejelis TaklimAl-Munir b.       Pendiri                                 : KH. Abdul Qahar, MA c.        Berdiri                                  : Tahun 2013 d.       E-mail Majelis Taklim           : majelistaklimalmunir@gmail.com e.        Alamat         ...

LATIHAN MAKHARIJUL HURUF, SIFAT DAN HUKUM-HUKUM HURUF HIJAIYAH

doc. Pribadi Idhar/ Jelas أَنِىأً مَئِىأً الْمُؤْنِ مِنَ أَاْنَ أَنِ أُوْ أَنْ أَاإِىْ أُوْ باَءْ 1 Iqlab/ Mengubah بَنِباً مَبِىباً الْمُبْنِ مِنَ بَبْنَ بَنِ بُوْ بَنْ بَابِىْ بُوْ بَبْ 2 Ikhfa’ A’la/ Aqrab تَنِتاً مَتِتاً الْمُتْنِ مِنَ تَتْنَ تَنِ تُوْ تَنْ تَاتِىْ تُوْ بَتْ 3 Ikhfa’ Ausath ثَنِثاً مَثِثاً الْمُثْنِ مِنَ ثَثْنَ ثَنِ ثُوْ ثَنْ ثَاثِىْ ثُوْ بَثْ 4 Ikhfa’ Ausath جَنِجاً مَجِجاً الْمُجْنِ مِنَ جَجْنَ جَنِ جُوْجَنْ جَاجِىْ جُوْ بَجْ 5 Idhar/ Jelas حَنِحاً مَحِحاً الْمُحْنِ مِنَ حَحْنَ حَنِ حُوْ حَنْ حَاحِىْ حُوْ بَحْ 6 Idhar/ Jelas خَنِخاً مَخِخاً الْمُخْنِ مِنَ خَخْنَ خَنِ خُوْ خَنْ خَاخِى...

BERPIKIR KRITIS ITU KARENA DILATIH

  Doc. Pribadi Aku ingat saat pertama bertanya di SD kelas tiga. Pertanyaannya sangat sederhana,  bahkan cenderung receh, "Kenapa saat satu baskom nasi dipindah ke piring jadi menggunung, sedangkan jika air yang dipindah begitu malah tumpah?" Jawaban guru itu sangat membekas sampai saat ini, "Masa gitu aja ga tau?" Lalu tertawa dan diikuti tawa teman-teman di kelas. Reaksiku saat itu? BINGUNG. Bertanya-tanya kenapa mereka tertawa? Apa pertanyaannya salah? Atau aku yang salah karena bertanya? Guru itu tak pernah memberi jawaban, sampe aku menemukan jawabannya saat kelas lima di Bab Benda Padat, cair dan gas. Saat SMP pun, hampir serupa setiap bertanya "Kenapa seperti ini?" jawabannya kurang lebih "Ya dari sononya emang begitu," atau nanya ke senior "Kenapa harus begini?" jawabannya seakan nyari aman, "Soalnya kata Bu ini, kata Pak ini begitu," Bahkan pernah bertemu dengan guru yang kalau ditanya akan bilang, "banyak bertan...

Perempuan Ajaib (CERPEN TENTANG MAMA)

  Ilustrasi: Pngtree Ini tentang Mamaku. Perempuan cantik yang menjadi primadona semasa mudanya. Berumur separuh bayapun ia masih terlihat cantik. Lalu, ia jatuh cinta pada seorang pemuda nyentrik, yang kemudian menjadi ayah bagi anak-anaknya. Menjadi ayahku dan kakakku. Mama adalah orang paling cerewet di keluarga kami. Suara lengkingannya terdengar sepanjang hari, apalagi ketika satu benda tidak ia lihat ditempatnya. Bahkan untuk memanggilku saja, ia harus berteriak melengking yang seringkali membuatku kaget. jelaslah, aku hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Barang pindah tempat, barang hilang, dan semua kekacauan yang terjadi di rumah, aku adalah orang pertama yang akan dituduhnya. Ketika begini, aku menyesali dilahirkan sebagai anak bungsu. Mama orang yang sangat sulit percaya pada orang lain, bahkan padaku, anaknya. Jelas sekali ku ingat, ketika pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu menolak sarapan. Lalu ia akan memberiku uang saku dan menyuruhku membeli sarapan ...