Langsung ke konten utama

ALLAH MENJAWABKU DENGAN AL-QUR'AN

Doc. Pribadi
Ini bermula dengan masalah pekerjaan. Aku tidak tau bahwa kejujuran itu juga relatif.

Disini aku bekerja dengan syarat kejujuran, tapi konsep kejujuran versi boss berbeda dengan versiku.

Singkatnya, Aku bekerja disebuah cyber cafe, pekerjaanku ini mengharuskanku membuat laporan setiap harinya, beserta dengan aturan-aturan tertentu. Misalnya, laporan komputer Rp 12.000, maka dilaporanku Rp 9000, kulakukan sebagaimana aturan yang ada. Aku bekerja sepenuh hati, karena kupikir pekerjaan ini "normal" sebagaimana mestinya. Tapi aku salah besar.

Bermula dari suatu malam tanpa sebab jelas, Boss itu marah besar, ia mengklaim salahku karena tidak melaporkan kekacauan teknis yang terjadi. Aku tidak melaporkan karena sebuah  kejadian sebelumnya,  dan berlanjut kehari-hari berikutnya.

Endingnya, laporan keuangan juga diklaim seringkali kurang. Ku jelaskan sebisaku tapi jawabanku tak pernah diperhitungkan. Saat yang paling menyesakkan adalah aku di"curigai" sebagai pencuri hilangnya uang-uang tersebut.

Yang membuatku tidak habis pikir adalah, ternyata perhitungan keuangan yang ia periksa adalah perhitungan komputer, singkatnya uang Rp 12.000 versi komputer, yang masuknya hanya Rp 9000 pada laporanku, dianggap hilang Rp 3000. Bayangkan jika banyak yang mengambil paket Rp 12.000 tersebut, banyak juga jumlah yang aku "curi". Ditambah lagi ia mengklaim punya indra keenam sehingga ia tau pencurinya. Bukahkah ini sudah menuduh, bukan lagi curiga? Tak ada gunanya menjelaskan karena boss ini sangat percaya pada asumsi-asumsi pribadinya.

Kalau kumau, aku bisa saja "terlihat jujur" didepannya dengan menyesuaikan laporan komputer dengan setoran keuanganku, dengan begitu uangnya utuh seperti perhitungan. Tapi bukankah, jika seperti itu aku tidak lagi jujur, karena aku membohongi pelanggan?

Tak betah dituduh begitu, seperti biasa aku menulis semua unge-unegku, tapi beban ini rasanya tak berkurang. Akupun berlari pada al-Quran. Aku ingin petunjuk apa benar aku salah ya Allah? Apa aku memang begitu? Kebetulan surat terakhir yang kubaca kemarin adalah surah  Ad-Dukhan, maka kubaca lanjutannya surah Al-Jatsiyah.

Seperti biasa juga aku terisak ditengah-tengah ayat. Dan tangisku reda pada surah selanjutnya, Al-Ahqaf. Usai membaca, kulihat artinya dan aku takjub bagaimana Allah menghiburku... ini adalah kutipan ayat yang kuanggap sebagai jawaban atas pengaduanku pada-Nya.
  

  1. "Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa" (QS. Al-Jatsiyah:7) --> Masalahku adalah tentang kejujuran dan kebohongan.
  2. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS. Al-Jatsiyah:7) --> Aku menghindari sikap "terlihat jujur" untuk tetap teguh pada pendirianku.
  3. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiyah:18) --> Bossku punya kepercyaan sangat tinggi pada asumsinya sendiri.
Hatiku tenang. Allah menghiburku dengan cara-Nya. Aku yakin pada akhirnya kalau aku benar-benar. Paling tidak aku tau bahwa sepertinya, Boss-ku sebenarnya ingin mencari-cari kesalahanku.
Sore setelah ini aku kembali dikejutkan dengan fakta yang tak kuduga.

Baca juga: Ingin Curhat? Menulislah dan Baca Al-Qur'an 
 


Postingan populer dari blog ini

LAGU ANAK Terimakasih Tuhan (Joshua), Sirik (OST. Joshua Oh Joshua), Lihat Kebunku, Gembala Sapi

TerimaKasih Tuhan Voc: Joshua Suherman Terimakasih Tuhan, kuucapakan Atas bimbingan dan karuniamu Sehingga aku bisa menghadapi sgala cobaan Namun aku tetap ingat padamu...             Terimakasih ibu dan bapakku             Atas dorongan semangatmu             Sehinngga aku tetap bisa bersekolah             Walau rasanya sungguh susah Terimakasih juga guru-guruku Yang tak pernah lelah mengajariku Terimakasih juga teman-temanku Yang tak pernah henti menghiburku. Untuk Lirik Lagu dan download MP3 Original sountrack Joshua Oh Joshua Lainnya, klik, DISINI Lihat Kebunku Lihat Kebunku, penuh dengan bunga Ada yang putih dan ada yang merah Setiap hari ku siram semua Mawar melati semuanya indah.   ...

ORIGINAL SOUNTRACK JOSHUA OH JOSHUA LIRIK LAGU (DOWNLOAD JUGA MP3-NYA)

   SOUNDTRACK  Joshua Oh Joshua #1 Lagu Andai AKu jadi Kaya ( Joshua Suherman ft Mega Utami )                                       Andai aku jadi kaya Punya uang sejuta-juta Kan ku beli banyak gitar (untuk apa?) Kan ku sewakan pada pengamen-pengamen ANdai aku jadi kaya Punya uang sejuta-juta Kan ku ajak ayah dan Bunda (Kemana?) Kemana aja, namanya juga orang kaya… Duh.. enaknya jadi orang kaya Beli apa juga bisa Pergi kemana saja bisa (Bisa kaya gak kita ya?) Bisa….. Pasti bisa Asal kita rajin bekerja Bisa….. Pasti bisa Asal rajin menggapai cita Lagu Andai AKu jadi Kaya Andai aku jadi kaya Punya uang sejuta-juta Kan ku beli banyak gitar (untuk apa?) Tak sewa no pengamen-pengamen, Rek.. Untuk download lagu MP3-nya silahkan klik, DISINI ...

LATIHAN MAKHARIJUL HURUF, SIFAT DAN HUKUM-HUKUM HURUF HIJAIYAH

doc. Pribadi Idhar/ Jelas أَنِىأً مَئِىأً الْمُؤْنِ مِنَ أَاْنَ أَنِ أُوْ أَنْ أَاإِىْ أُوْ باَءْ 1 Iqlab/ Mengubah بَنِباً مَبِىباً الْمُبْنِ مِنَ بَبْنَ بَنِ بُوْ بَنْ بَابِىْ بُوْ بَبْ 2 Ikhfa’ A’la/ Aqrab تَنِتاً مَتِتاً الْمُتْنِ مِنَ تَتْنَ تَنِ تُوْ تَنْ تَاتِىْ تُوْ بَتْ 3 Ikhfa’ Ausath ثَنِثاً مَثِثاً الْمُثْنِ مِنَ ثَثْنَ ثَنِ ثُوْ ثَنْ ثَاثِىْ ثُوْ بَثْ 4 Ikhfa’ Ausath جَنِجاً مَجِجاً الْمُجْنِ مِنَ جَجْنَ جَنِ جُوْجَنْ جَاجِىْ جُوْ بَجْ 5 Idhar/ Jelas حَنِحاً مَحِحاً الْمُحْنِ مِنَ حَحْنَ حَنِ حُوْ حَنْ حَاحِىْ حُوْ بَحْ 6 Idhar/ Jelas خَنِخاً مَخِخاً الْمُخْنِ مِنَ خَخْنَ خَنِ خُوْ خَنْ خَاخِى...

BERPIKIR KRITIS ITU KARENA DILATIH

  Doc. Pribadi Aku ingat saat pertama bertanya di SD kelas tiga. Pertanyaannya sangat sederhana,  bahkan cenderung receh, "Kenapa saat satu baskom nasi dipindah ke piring jadi menggunung, sedangkan jika air yang dipindah begitu malah tumpah?" Jawaban guru itu sangat membekas sampai saat ini, "Masa gitu aja ga tau?" Lalu tertawa dan diikuti tawa teman-teman di kelas. Reaksiku saat itu? BINGUNG. Bertanya-tanya kenapa mereka tertawa? Apa pertanyaannya salah? Atau aku yang salah karena bertanya? Guru itu tak pernah memberi jawaban, sampe aku menemukan jawabannya saat kelas lima di Bab Benda Padat, cair dan gas. Saat SMP pun, hampir serupa setiap bertanya "Kenapa seperti ini?" jawabannya kurang lebih "Ya dari sononya emang begitu," atau nanya ke senior "Kenapa harus begini?" jawabannya seakan nyari aman, "Soalnya kata Bu ini, kata Pak ini begitu," Bahkan pernah bertemu dengan guru yang kalau ditanya akan bilang, "banyak bertan...

DIARY TENTANG FAY - CERPEN REMAJA

  Ilustrasi: Pinterest 07/01, Fay bersikap aneh. Semalam ia menghilang tanpa siapapun tau dimana ia berada. Ia membuat khawatir semua orang, tapi ia tak paduli. Baginya akhir-akhir ini dunia membautnya pusing dan tak mengerti. Mmebuat ia harus mengambil sikap paling kekaknakan yang ada dakam dirinya, yakni kabur dari siapapun yang mengenalnya. Siapa sangka? Tanpa dinyana, Fay menginap di rumah seorang yang bahkan sedikitpun tak dikenalnya. Ia bilang ia menginap di rumah itu karen ada tema y6nag mengjaknya. Kesempatan bagus, karena ketika ia berada di tempat asing, ia selalu merasa memasuki dunia baru. Semalman di tempat asing itu, Fay kembal8i berfikir tentang Elisa, seseorang yang selalu mengganggu membuatnya kesal walau gadis itu hanya tersenyum padanya. Baginya Elisa adalah kumpulan dari semua sifat yang tidak disukainya didunia ini. Elisa cantik, tapi bukan itu yang emmbuatnya kesal. Tapi sikap Elisa yang menunjukkan seolah ia tak puas denga dirinya sendiri. Ia dikenal baik, ta...